Aktualkini.com – Masyarakat pengguna listrik PLN bisa bernapas lega menjelang penghujung tahun.
Pemerintah memastikan tarif listrik PLN untuk Triwulan IV 2026, yakni periode Oktober hingga Desember, tidak mengalami kenaikan.
Artinya, besaran biaya per kWh yang dibayar pelanggan hingga 31 Desember 2026 sama dengan yang berlaku sebelumnya.
Kepastian ini disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia mengonfirmasi hal tersebut di Istana pada Senin, 5 Oktober 2026, dengan menyatakan bahwa harga listrik tidak dinaikkan dan masih mengikuti tarif lama.
Sebelum penegasan itu muncul, sempat beredar pertanyaan di tengah publik karena hingga 1 Oktober belum ada pengumuman resmi mengenai tarif triwulan IV.
Hingga akhir Oktober, pemberitaan sejumlah media nasional tetap menyebut tarif listrik yang berlaku pada 26 sampai 31 Oktober 2026 sama persis dengan periode sebelumnya.
Dengan pola tersebut, pelanggan tidak perlu menyiapkan anggaran tambahan untuk tagihan listrik pada November dan Desember.
Pemerintah selama ini mengevaluasi tarif secara berkala. Evaluasi tarif listrik dilakukan setiap tiga bulan.
Untuk pelanggan nonsubsidi, penetapan mempertimbangkan empat indikator makro, yaitu nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia atau ICP, inflasi, dan Harga Batubara Acuan.
Sebagai gambaran, pada triwulan sebelumnya pemerintah memakai data realisasi Februari hingga April 2026 dengan kurs Rp16.959,32 per dolar AS, ICP 96,12 dolar AS per barel, dan inflasi 0,21 persen.
Rincian Tarif Listrik Per kWh
Bagi rumah tangga nonsubsidi, golongan R-1/TR 900 VA dikenai Rp1.352 per kWh, sedangkan golongan 1.300 VA dan 2.200 VA sama-sama Rp1.444,70 per kWh.
Sementara itu, pelanggan bersubsidi membayar lebih murah. Golongan 450 VA dikenai Rp415 per kWh dan golongan 900 VA bersubsidi Rp605 per kWh.
Secara keseluruhan, tarif nonsubsidi untuk 13 golongan pelanggan berkisar dari Rp996,74 hingga Rp1.699,53 per kWh.
Perbedaan angka bergantung pada daya dan jenis penggunaan, mulai dari rumah tangga, bisnis, hingga industri.
Diskon dan Promo Tarif Listrik
Sebagian warganet kerap bertanya apakah ada potongan tarif menjelang akhir tahun. Faktanya, belum ada pengumuman baru dari PLN.
Program diskon tambah daya yang digulirkan perusahaan pelat merah itu hanya berlangsung pada 15 sampai 28 April 2026, sehingga tidak bisa dianggap masih berjalan saat ini.
Pelanggan disarankan memantau kanal resmi PLN, seperti aplikasi PLN Mobile, agar tidak terjebak informasi palsu yang mengatasnamakan promo listrik.
Bagaimana Tahun Depan?
Pertanyaan berikutnya tentu mengarah ke awal 2027. Berdasarkan pola evaluasi tiga bulanan, penetapan tarif untuk triwulan I 2027 biasanya diumumkan menjelang pergantian tahun.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi mengenai arah tarif periode tersebut.
Pada akhir 2025, pemerintah juga mempertahankan tarif, di mana penetapan tidak naik saat itu dimaksudkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Pola serupa kemungkinan menjadi acuan, namun keputusan tetap bergantung pada perkembangan kurs, harga minyak, dan inflasi.
Tips Menghemat Tagihan
Meski tarif tidak naik, pelanggan tetap bisa menekan pengeluaran.
Cabut perangkat elektronik yang tidak dipakai, pilih lampu LED, atur suhu pendingin ruangan di kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius, dan hindari menyalakan banyak alat berdaya besar secara bersamaan.
Langkah kecil ini terbukti membantu menurunkan konsumsi kWh bulanan.
Dengan tarif yang stabil sampai 31 Desember 2026, rumah tangga dan pelaku usaha dapat menyusun anggaran akhir tahun dengan lebih tenang.
Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi Kementerian ESDM untuk kepastian tarif awal 2027.***
