Aktualkini.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa Riset Baznas Tahun 2026 yang menyasar 308 penerima manfaat, mulai dari mahasiswa, kelompok riset, sampai penulis artikel ilmiah.
Kabar ini diumumkan pada Rabu (4/11/2026) dan langsung menarik perhatian kalangan akademisi.
koran-jakarta
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI, Idy Muzayyad, menyampaikan bahwa bantuan dana riset yang disediakan berkisar Rp1 juta hingga Rp30 juta untuk kategori mahasiswa S1 sampai S3, kelompok riset, dan publikasi jurnal terakreditasi.
Selain uang, peserta terpilih akan memperoleh pendampingan berupa mentoring, workshop penulisan, forum pemaparan hasil riset, hingga kesempatan menerbitkan book chapter.
Waktu pendaftaran terbilang singkat. Pendaftaran dibuka pada 3 hingga 11 November 2026, sehingga calon peserta hanya punya sekitar enam hari tersisa sejak berita ini diturunkan.
Petunjuk teknis beserta format dokumen persyaratan dapat diunduh lewat tautan bazn.as/PanduanBeasiswaRisetBaznas2026.
Salah satu pembeda edisi tahun ini adalah dukungan pembiayaan biaya pemrosesan artikel atau Article Processing Charge (APC) untuk jurnal terakreditasi.
Menurut Idy, langkah tersebut diambil agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai arsip, tetapi tersebar luas hingga ke level internasional.
Baznas menetapkan sejumlah tema prioritas. Usulan riset dan artikel diutamakan yang berfokus pada pengumpulan zakat, penguatan ekosistem dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kemitraan multisektor, serta integrasi zakat dalam pembangunan nasional dan isu global.
Meski begitu, tema lain yang membawa kemaslahatan bagi umat tetap terbuka untuk diajukan. Idy menambahkan bahwa program ini sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita pemerintah dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Syarat Umum dan Khusus
Secara umum, pelamar harus berstatus warga negara Indonesia dengan KTP yang masih berlaku dan mengajukan riset sesuai tema prioritas. Pelamar tidak boleh menerima pendanaan ganda untuk objek yang sama.
Hasil pemeriksaan kemiripan naskah maksimal 25 persen di luar daftar pustaka, dan penerima wajib mengikuti pembinaan serta mencantumkan ucapan terima kasih kepada Baznas RI pada karya yang diterbitkan.
Untuk kategori mahasiswa jenjang S1/D4, S2, dan S3, pendaftar harus berstatus aktif dan sedang atau akan mengerjakan tugas akhir.
Syarat lainnya meliputi IPK minimal 3,35 dari skala 4,00, program studi terakreditasi minimal A atau Unggul, kampus terakreditasi minimal B atau Baik Sekali, serta proposal yang disetujui pembimbing dan dilengkapi surat rekomendasi.
Kategori kelompok riset diperuntukkan bagi tim berisi dua hingga lima akademisi atau praktisi aktif. Tim wajib memiliki legalitas atau izin dari pimpinan unit kerja dan mengajukan rencana anggaran biaya maksimal Rp30 juta.
Sementara itu, kategori bantuan APC ditujukan bagi penulis pertama atau penulis korespondensi. Artikelnya harus sudah dinyatakan diterima dengan bukti Letter of Acceptance resmi, belum terbit, dan belum dibayar biaya APC-nya.
Jurnal tujuan harus terakreditasi Sinta 1 sampai 3 atau berstatus internasional bereputasi seperti Scopus atau Web of Science, aktif, dan bukan jurnal predator.
Program ini melanjutkan komitmen Baznas pada dunia riset. Pada Juni 2026, Idy juga mengajak para peneliti menjadikan riset sebagai penguat ekosistem zakat yang berdampak.
Bagi calon pendaftar, langkah terbaik saat ini adalah segera mengunduh panduan, menyiapkan proposal, memeriksa tingkat kemiripan naskah, dan mengurus rekomendasi sebelum tenggat 11 November 2026 berakhir.***
